Bahasa Indonesia | Cerita Fantasi Jenis, Struktur, dan Contohnya

Source : pixabay.com

Cerita fantasi atau biasa disebut narasi adalah jenis teks yang dibuat berdasarkan imajinasi penulis berdasarkan pengalaman yang dialaminnya, pandangan, tafsiran, kecendikiaan, wawasan, dan penilaiannya terhadap berbagai peristiwa yang mungkin pernah dialami penulis. Peristiwa itu bisa saja pernah terjadi secara nyata ataupun hanya dalam khayalan penulis saja. Kemudian, penulis mengungkapkannya kembali dengan menggunakan bahasa sebagai media penyampaian berdasarkan kemampuan imajinasi dan keluasan wawasan pengetahuannya.

Ciri umum teks narasi 

antara lain sebagai berikut.

1. Bersifat fiksi

Namanya juga fantasi yang pastinya bukan merupakan kejadian nyata. Meskipun begitu, cerita fantasi juga bisa diilhami dari kejadian yang sebenarnya atau kisah nyata hanya diberi bumbu fantasi. atau dilebih-lebihan.

2. Tema cerita

Cerita fantasi umumnya bertemakan magis, supernatural, sangut paut dengan hal hal yang berbau wibu ghoib atau futuristik. Dalam arti, cerita fantasi umumnya mengungkapkan hal-hal yang sifatnya magis, supernatural atau futuristik yang tidak ditemui di dunia nyata.

3. Ide cerita

Ide cerita fantasi tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Dalam arti, ide cerita yang diungkapkan penulis memiliki imajinasi tanpa batas. Ide juga dapat berupa irisan dunia nyata dan dunia hayal yang diciptakan oleh penulis. Adapun ide cerita bersifat sederhana tetapi mampu untuk menitipkan pesan yang menarik. 

4. Latar cerita

Umumnya cerita fantasi menggunakan berbagai latar. Dalam arti, peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Rangkaian peritiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.

5. Tokoh cerita

Tokoh dalam cerita fantasi bersifat fiktif dan memiliki watak serta karakteristik yang unik dan tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Kerapkali, tokoh dalam cerita fantasi digambarkan memiliki kesaktian tertentu dan mengalami peritiwa yang misterius yang tidak terjadi di dunia nyata.  Di samping itu, tokoh dalam cerita fantasi mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu dan latar tempat. 

6. Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam cerita fantasi biasanya memiliki ciri kebahasaan sendiri sebagaimana halnya teks ulasan, teks eksempulum, dan teks prosedur dalam bahasa Indonesia. Adapun ciri kebahasaan cerita fantasi adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan seperti aku, dia, mereka, Ari, Yanti, dan lain-lain.   
  • Menggunakan kata yang mencerap pencaindera untuk mendeskripsikan latar yakni latar waktu, latar tempat, dan suasana. Misalnya : Tengah malam suara mengerikan itu kembali terdengar.
  • Menggunakan kata-kata yang bermakna kias dan makna khusus. Misalnya : Seketika matanya memerah seperti terbakar api setelah meminum ramuan itu.   
  • Menggunakan konjungsi atau kata sambung penanda urutan waktu seperti setelah itu, kemudian, sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, dan sebagainya. Tujuan digunakannya konjungsi atau kata sambung penanda urutan waktu adalah untuk menandakan datangnya tokoh lain atau perubahan latar baik latar suasana, waktu, dan tempat. Misalnya : Akhirnya Moni Sang Puteri berhasil bertemu dengan Pangeran Rubi pujaannya dan menikah.
  • Menggunakan kata atau ungkapan keterkejutan yang berfungsi untuk menggerakkan cerita atau memulai masalah. Misalnya : Tiba-tiba tikus besar itu datang.
  • Menggunakan dialog atau kalimat langsung dalam cerita. Misalnya : “Larilah ke hutan! Naga itu mulai memporak porandakkan desa kita!”  



Jenis cerita fantasi
dibedakan berdasarkan latar cerita dan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata.

1. Latar cerita

Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu latar lintas waktu masa lampau dan latar waktu sezaman.

Cerita fantasi latar lintas waktu adalah cerita fantasi dengan menggunakan dua latar waktu yang berbeda. Misalnya, masa kini dengan masa depan atau masa kini dengan masa lalu.
Cerita fantasi latar waktu sezaman adalah cerita fantasi dengan menggunakan satu latar waktu saja, misalnya masa lalu, masa kini, atau masa depan.

2. Kesesuaian dalam kehidupan nyata

Berdasarkan kesesuaian dalam kehidupan nyata, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu cerita fantasi total dan cerita fantasi sebagian (irisan).

1. Cerita fantasi total adalah cerita fantasi yang berisi fantasi pengarang terhadap objek tertentu. Pada cerita fantasi total, semua yang terdapat di dalamnya tidak terjadi dalam kehidupan nyata. 

2. Cerita fantasi irisan adalah cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama, tempat atau peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan nyata.
Struktur
Sebagai salah satu jenis teks narasi, cerita fantasi pun memiliki struktur tersendiri yang meliputi orientasi, komplikasi, dan resolusi.

Orientasi berisi pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik.
Komplikasi berii hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak.
Resolusi berisi penyelesaian maalah dari konflik yang terjadi.

Contoh

Agus Dwi
Agus Dwi Berbagi karena aku peduli dengan masa depan nanti

2 komentar untuk "Bahasa Indonesia | Cerita Fantasi Jenis, Struktur, dan Contohnya"

Posting Komentar

Berlangganan via Email