wXrOiPC5QILOHI6kkTuyZ5zfySMra9k7fA90RSRm

Pendidikan Dini membantu mewujudkan Masa depan Anak

Source : pixabay.com
Pendidikan selalu menjadi kunci dari pergerakan dan perkembangan bangsa.  Sekolah memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter bangsa, peranan keluarga juga tak kalah pentingnya. Di era jaman now seperti sekarang ini, arus informasi mengalir begitu deras tak terhentikan. Setiap orang memiliki media yang membuat segala informasi bisa begitu cepat menyebar dengan sendiri, tanpa ada proses editing, klarifikasi, maupun validasi.

Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan pendidikan anak usia dini atau yang biasa disebut PAUD. PAUD merupakan salah satu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun (sebelum jen-
jang pendidikan dasar(SD)), yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini ini dapat diselenggarakan melalui tiga jalur, yaitu jalur formal, nonformal, dan/atau informal. Pendidikan yang diberikan untuk anak usia dini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan anak pada bidang-bidang pelajaran tetapi juga melatihnya berinteraksi dengan anak sebaya. Lebih jauh dari itu, PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan  semua  aspek  yang dimiliki anak, meliputi perkembangan  kognitif,  bahasa,  fisik  (motorik  kasar  dan  halus),  sosial dan emosional.

Perkembangan Teknologi dan Komunikasi memberikan tatangan tersendiri bagi pendidikan anak di zaman sekarang. Kesulitan dalam menyaring informasi menjadi masalah utamanya, dalam usaianya yang masih dini mereka akan kesulitan memilih mana yang berupa pendidikan dan mana yang tidak.

Apple Tree Pre-School BSD menyebutkan "Dalam data Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  tahun  ajaran  2016/2017, mencatat  bahwa  terdapat  total  4.605.809 anak-anak yang menjadi siswa-siswi Taman Kanak-Kanak di seluruh Indonesia Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2017 mengestimasi jumlah anak usia prasekolah adalah sebanyak 9.647.997 anak. Angka ini mengindikasikan bahwa masih terdapat banyak anak-anak usia prasekolah yang tidak mengikuti jalur pendidikan formal PAUD."

Oleh karena itu Keluarga sebagai unit kecil juga harus ikut bertindak dalam mendidik anak. Tapi, juga mengedepankan pendidikan anak, mayoritas orang tua jaman sekarang hanya menitipkan sang anak kepada mertua, sedangkan mereka sibuk bekerja. Mereka sudah hidup di era informasi berlalulalang sehingga mereka juga mendapat banyak referensi dan pengetahuan baru yang membanjiri cara berpikirnya setiap hari. Maka tidak heran kalau orang tua sekarang jadi sangat kritis.

Bukankah bagus kalau kita memasukannya ke PAUD. menyempatkan waktu sejenak untuk menemani sang anak. setelah selesai barulah mengurusi pekerjaan kita. kurangnya kesadaran membuat anak seperti ditelantarkan.

Coba kita saksikan dijaman sekarang ini "anak umur 4 tahun sudah bermain gadget, terlebih lagi mereka mengedepankan gadget daripada pendidikan dini mereka. " sudah sewajarnya bagi kita akan kepedulian pendidikan anak bagi masa mendatang. terlebih lagi jika kita bisa menerapkan teknologi sebagai media pembantu pembelajaran.

Mengingat perkembangan zaman sudah memasuki revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system, yang artinya potensi anak untuk menggunakan teknologi dari hari ke hari akan semakin meningkat. Reformasi keluarga, dan profesionalisme orang tua dalam mendampingi anak, mengajari pendidikan yang menyenangkan, sarana dan prasarana yang memadai, serta peningkatan waktu bersama anak(mengingat di zaman sekarang orang tua hanya memikirkan pekerjaan daripada anak) menjadi keniscayaan pendidikan dini yang patut kita gapai di era zaman ini.

Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat terutama orangtua akan pentingnya Pendidikan anak usia dini perlu untuk ditingkatkan kembali.  #appletreebsd
Related Posts
VrCy
Mencoba mengapai langit dari kerja kerasku sendiri
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar