Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Big Freeze | Teori Bagaimana Alam Semesta Ini Berakhir


Setelah beberapa waktu lalu saya menulis artikel tentang Big Crunch. kali ini saya menuliskan teori yang berlawanan dengan big crunch yaitu Big Freeze. dalam teori big freeze Setiap bintang yang ada di alam semesta ini akan mati, hampir semua materi akan membusuk, dan akhirnya semua yang tersisa adalah sup partikel dan radiasi yang amat sangat kecil. Bahkan energi dari sup itu lama kelamaan akan menghilang seiring waktu alam semesta terus meluas, meninggalkan segalanya hanya sebagian kecil dari tingkat di atas nilai nol mutlak.

Dalam Pembekuan Besar (Big Freeze) ini, alam semesta bukan berarti akan membeku seperti es ya melainkan alam semesta akan berakhir dalam kondisi dingin, mati, dan kosong secara seragam.

Setelah perkembangan termodinamika pada awal 1800-an, kematian panas terlihat seperti satu-satunya cara yang mungkin bagi alam semesta untuk berakhir. Akan tetapi 100 tahun yang lalu, teori relativitas umum Albert Einstein menyatakan bahwa alam semesta memiliki nasib yang jauh lebih dramatis.

Relativitas umum mengatakan bahwa materi dan energi melengkungkan ruang dan waktu. Hubungan antara ruang-waktu dan energi-materi (barang) - antara panggung dan aktor di atasnya - meluas ke seluruh alam semesta. Benda-benda di alam semesta, menurut Einstein, menentukan nasib pamungkas alam semesta itu sendiri.

Alam semesta dimulai sebagai sesuatu yang sangat kecil, dan kemudian seiring berjalannya waktu berkembang dengan sangat cepat.

Teori itu menyatakan bahwa kemungkinan alam semesta secara keseluruhan mengalami masa mengembang atau menyusut. Itu tidak bisa tetap dengan ukuran yang sama. Einstein menyadari hal ini pada tahun 1917, dan sangat enggan untuk mempercayainya sehingga dia memalsukan teorinya sendiri.

Kemudian pada tahun 1929, astronom Amerika Edwin Hubble menemukan bukti kuat bahwa alam semesta mengembang. Einstein berubah pikiran, menyebut desakan sebelumnya pada alam semesta yang statis, "kesalahan terbesar" dalam kariernya.

Jika alam semesta mengembang, pasti dulu jauh lebih kecil daripada sekarang. Kesadaran ini mengarah pada teori Dentuman Besar (BigBang): gagasan bahwa alam semesta dimulai sebagai sesuatu yang sangat kecil, dan kemudian berkembang dengan sangat cepat. Kita dapat melihat "cahaya sisa" dari Big Bang bahkan hari ini, dalam radiasi latar gelombang mikro kosmik - aliran gelombang radio yang konstan, datang dari segala arah di langit.

Agus Dwi
Agus Dwi Berbagi karena aku peduli dengan masa depan nanti

Posting Komentar untuk "Big Freeze | Teori Bagaimana Alam Semesta Ini Berakhir"

Berlangganan via Email