Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada Alasan Mengapa Korban Kekerasan Seksual tidak Bisa Melawan

Image: © ChameleonsEye/Shutterstock

Apa yang kamu pikirkan saat membayangkan adegan pemerkosaan? Korban akan berteriak, menangis, dan meronta sekuat tenaga saat serangan terjadi? tapi kesimpulan itu hanya terdapat di beberapa orang saja. beberapa orang justru mengalami kondisi tertentu seakan akan tubuh menerimanya padahal sebernarnya dia tidak menginginkannya. 

Dalam penelitian yang dilakukan di Swedia merilis hasil dari  riset mereka yang mematahkan salah satu mitos pemerkosaan:

"korban akan berupaya melawan dan jika hal ini tak dilakukan, maka hubungan seks yang terjadi tidak bisa dikatakan sebagai pemerkosaan". 

Dr. Anna Moller, salah satu peneliti yang terlibat dalam riset tersebut menemukan ada gejala kelumpuhan sementara yang dialami sebagian korban perkosaan ketika mereka diserang.

Tonic immobility (TI) adalah keadaan penghambatan motorik sementara yang dianggap sebagai respons terhadap situasi yang melibatkan ketakutan ekstrem (contohnya: kasus pembegalan, melihat hantu, pemerkosaan, bulying dan lain-lain). fenomena ini telah didokumentasikan dengan baik dalam literatur hewan sebagai contohnya saat saya di sawah saya pernah mengejutkan/ bahasan umumnya ngagetin burung yang ada di tepian sawah dengan batu besar, terkadang ada 1-2 burung seperti pingsan dan tak bisa terbang untuk beberapa saat. seperti itu lah kira kira gambarannya, lumpuh seketika tapi bagi hewan ini merupakan taktik bertahan hidup dari pemangsa.

Dikutip dari laman LiveScience untuk saat ini masih sedikit yang diketahui tentang bagaimana respons itu bekerja pada manusia, itu digambarkan sebagai "keadaan seperti katatonik" di mana seseorang tidak dapat bergerak, mungkin tidak dapat berbicara dan tidak responsif, tulis para peneliti dalam penelitian tersebut.

Banyaknya korban tak sadar bahwa kelumpuhan ini bersifat alami dan spontan, meyalahkan diri sendiri menjadi hal yang tidak terhindarkan. Mereka lebih enggan lagi untuk melaporkan pengalaman pahit itu kepada orang terdekat atau pihak berwajib lantaran besar kemungkinannya mereka berhadapan dengan pertanyaan, “Mengapa kamu tidak melawan?” atau “Mengapa kamu tidak berusaha lari?”

Hal itu malah akan membuat korban menjadi stress dan berujung depresi, tak jarang juga korban akan mengakhiri hidupnya sendiri(bunuh diri) karena depresi yang dideritanya itu. Beberapa oknum masyarakat malah cenderung menyalahkan korban atas kejadian pemerkosaan ini. "Ah, itu salahnya dia, kenapa nggak pukul aja itunya", "dia kok nggak ngelawan?", "palingan akal-akalan dia doang tu, aslinya juga dia pengen." dan ucapan keras lainnya yang membuat korban putus asa dan akhirnya mengakhiri hidupnya. 

Hal itu tentu saja terjadi karena kurang tahunya masyarakat atas fenomena Tonic Immobility yang merupakan respon pertahanan alami ( walau malah merugikan di kala kekerasan seksual terjadi ). So jadi barang kali kamu menemukan kasus kekerasan seksual dilingkungan kamu jangan langsung menghujaninya dengan pertanyaan yang malah membuat korban jadi stress, bantulah korban untuk berpikir jernih bahwa masih ada masa depan yang menanti.
Agus Dwi
Agus Dwi Berbagi karena aku peduli dengan masa depan nanti

Posting Komentar untuk "Ada Alasan Mengapa Korban Kekerasan Seksual tidak Bisa Melawan"

Berlangganan via Email