Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyebab Sering Buang Air Kecil di Malam Hari

Source : Alodokter.com


Dikutip dari laman Alodokter, umumnya seseorang bisa tidur di malam hari tanpa buang air kecil selama kurang lebih 6-8 jam. Jika kamu terbangun untuk buang air kecil lebih dari 1 kali di malam hari, kemungkinan kamu mengalami nocturia. Nocturia sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala dari suatu penyakit atau gangguan di dalam tubuh.

Beberapa hal berikut merupakan penyebabnya:

1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Umumnya, ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Infeksi yang terjadi di saluran kemih akan menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran kemih yang memicu penderitanya untuk sering melakukan buang air kecil di malam hari. Selain nocturia, infeksi saluran kemih juga ditandai dengan gejala nyeri saat buang air kecil dan demam.

2. Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Diabetes juga bisa menjadi salah satu penyebab nocturia. Hal ini karena produksi urine penderita diabetes yang cenderung meningkat akibat tidak terkontrolnya kadar gula atau glukosa dalam darah.

Pada penderita diabetes, nocturia juga bisa disertai dengan meningkatnya rasa haus, lapar, tubuh mudah lelah, dan penglihatan buram.

3. Gagal jantung kongestif

Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) merupakan kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung tidak bisa bekerja secara normal.

Pada siang hari, cairan penderita gagal jantung kongestif akan menumpuk di kaki karena ketidakmampuan jantung memompa secara normal. Namun pada malam hari, posisi tubuh menyebabkan cairan masuk ke aliran darah, yang kemudian akan disaring lewat ginjal dan dikeluarkan melalui urine. Hal inilah yang menyebabkan nocturia.

Gagal jantung kongestif juga ditandai dengan tubuh mudah lelah, hilang nafsu makan, dan detak jantung yang tidak teratur.

4. Sleep apnea

Apnea tidur atau sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali saat sedang tidur. Kondisi ini dapat ditandai dengan mengorok saat tidur dan tetap merasa mengantuk setelah tidur lama.

Saat tidur, tubuh penderita sleep apnea akan berusaha keras untuk bernapas. Hal ini membuat otot jantung merenggang, sehingga mengeluarkan hormon atrial natriuretic yang dapat meningkatkan produksi urine.

5. Konsumsi obat

Mengonsumsi jenis obat tertentu di malam hari juga bisa menyebabkan nocturia. Contohnya adalah obat golongan diuretik (hydrochlorothiazide dan furosemide), glikosida jantung, dan lithium.

Diuretik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit yang menyebabkan terjadinya penumpukan cairan dalam tubuh (edema). Selain itu, diuretik juga efektif dalam mengobati darah tinggi atau hipertensi.

6. Pertambahan usia

Seiring bertambahnya usia, kapasitas kantung kemihmu juga cenderung menurun. Hal inilah yang akan membuatmu jadi sering lari ke kamar air kecil, termasuk di malam hari.

7. Terlalu banyak minum di malam hari

Minum secara berlebihan di malam hari juga bisa menyebabkan nocturia, apalagi jika minuman yang kamu konsumsi mengandung kafein atau alkohol.
Pemeriksaan yang Biasanya Dilakukan Dokter.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, kamu disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Penanganan Nocturia

Penanganan nocturia tergantung pada penyebabnya. Keluhan nocturia yang disebabkan oleh suatu penyakit biasanya akan hilang ketika penyakit tersebut sembuh.

Jika nocturia disebabkan oleh konsumsi obat tertentu di malam hari, keluhan ini bisa diatasi dengan mengonsumsi obat tersebut di pagi hari. Jika kamu sedang menjalani pengobatan dengan diuretik, konsumsilah obat tersebut 6 jam sebelum tidur, atau konsultasikan kembali dengan dokter agar dosis dan waktu minumnya bisa disesuaikan.

Hal yang tidak kalah penting dalam mengatasi nocturia adalah membatasi asupan cairan untuk tubuh. Usahakan untuk tidak minum lagi 2-4 jam sebelum tidur.

Sering buang air kecil di malam hari dapat mengganggu kenyamanan, mengganggu pola tidur, membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk, serta merusak suasana hati. Jika kebiasaan buang air kecil di malam hari sudah sangat menganggu, kamu sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Source : Alodokter.com
Agus Dwi
Agus Dwi Berbagi karena aku peduli dengan masa depan nanti

Posting Komentar untuk "Penyebab Sering Buang Air Kecil di Malam Hari"

Berlangganan via Email