wXrOiPC5QILOHI6kkTuyZ5zfySMra9k7fA90RSRm
Informasi Tanaman Melati Putih

Iklan 728x90

Informasi Tanaman Melati Putih

Informasi

Nama : Melati Putih
Nama Ilmiah : Jasminum sambac
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Oleaceae
Genus :  Jasminum
Spesies : J. sambac

adalah spesies melati yang berasal dari Asia selatan (di India, Myanmar dan Sri Lanka. Penyebaranya dimulai dari Hindustan ke Indocina, lalu Kepulauan Melayu. Bunga ini menjadi satu dari tiga bunga nasional Indonesia (sebagai "Puspa Bangsa"). Bunga ini juga menjadi bunga nasional Filipina.

Melati putih tumbuh di pekarangan dan dapat digunakan sebagai tanaman pagar. Ketinggiannya dapat mencapai 2 meter.

Mitos

melati serta aromanya memang memiliki fungsi dalam kegiatan spiritual masyarakat Jawa tradisional. Seperti pada kemenyan, aroma melati dan bunga lainnya diyakini berfungsi membawa aura spiritual ke alam semesta.

Peneliti di Program Studi Jawa tidak menampik adanya pengaruh dari kebudayaan Hindu yang sempat dianut masyarakat Jawa kuno. Peninggalan dari kebudayaan tersebut adalah bahasa simbol seperti melalui warna, aroma, dan sebagainya.

"Harumnya melati, warnanya yang putih, itu di Jawa melambangkan kesucian dan sering digunakan dalam kegiatan keraton,"

"Tidak diketahui sejak kapan melati digunakan, namun ketenaran melati pun ada di batik Sidomukti yang kerap digunakan dalam acara sakral seperti pernikahan,"

Meski tak yakin kapan tepatnya melati mulai dikaitkan dengan mistis. Aroma melati pun terlihat makin 'menyeramkan.'

Melati dalam berbagai bentuk mulai dari aroma hingga rasa juga dimanfaatkan.

Dari segi kesehatan, beberapa penelitian menunjukkan dengan menghirup sedikit aroma melati dapat memiliki kemampuan meningkatkan kewaspadaan mental. Namun bila lebih banyak, aroma melati justru bisa memberikan rasa rileks.

Selain itu, melati diyakini medis memiliki kemampuan menyembuhkan hepatitis, disentri, meningkatkan hasrat seksual, dan dapat berperan dalam pengobatan kanker. Namun sayangnya, belum ada penelitian detail mengenai khasiat melati.

Masyarakat modern juga masih memanfaatkan melati. Namun bukan sebagai bahan sesajen melainkan untuk bahan baku parfum atau pewangi ruangan.

"Melati bagi masyarakat tradisional masih dianggap sebagai perangkat penting bagi kehidupan sehari-hari, terutama terkait spiritual. Namun bagi masyarakat modern, melati sama sekali tidak berhubungan dengan mistik, sekadar komponen keindahan," kata Dwi.

"Memandang melati harus dari dua sisi, dari satu sisi adalah estetika dan sisi lainnya adalah spiritual. Segala sesuatu punya dua sisi."

Pengobatan

Melati putih yang sering disebut melati saja di Indonesia memiliki rasa bunga dan daun yang rasanya pedas, manis, dan sifatnya yang sejuk. Simplisia yang dipergunakan dalam pengobatan ini berkhasiat antiradang, merangsang keluarnya keringat (diaforetik), peluruh air seni (diuretik), dan melegakan napas. Adapun akarnya, terasa manis, pedas, netral, dan agak beracun. Ini bersifat mematikan rasa (anastesi), dan menghilangkan nyeri (analgesik). Ramuan melati putih dilarang untuk diminum oleh ibu hamil dan kondisi badan lemah.

Penyakit yang kiranya bisa diobati oleh akar melati putih adalah bengkak (karena luka terpukul), nyeri karena patah tulang, sakit gigi dan kepala. Daun dan bunga melati putih digunakan untuk mengobati flu, diare, demam, menghaentikan ASI, dan bisul. Rendaman akar (dicampur minyak kelapa) digunakan untuk obat tetes telinga.
Baca Juga
SHARE
VrCy
Mencoba mengapai langit dari kerja kerasku sendiri

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar